Sneak Peek Week: UNBELIEVABLE by Winna Efendi--> download the pdf file in: http://www.yousendit.com/download/TzY3YUlwY3lmVFozZUE9PQ
19.11.09
14.9.09
GG LOVES FF
Kirimkan fan fiction buatan kamu sendiri tentang tokoh-tokoh GG (ato mungkin buatan kamu sendiri, tapi sekolahnya tetep Voltaire dong) dengan syarat panjang halaman 3-5 halaman, spasi 1, Times News Roman 12 ke: ggheadquarters@gmail.com (kirim CC juga ke redaksi@gagasmedia.net).
Fan fiction yang di-publish di www.ggheadquarters.blogspot.com bakal dapet bingkisan cantik dari Gagasmedia.
GG tunggu lho!
Heart ya,
GG
Contohnya ada tuh di postingan hari ini.
13.9.09
GG FAN FICTION: MAY'S LOVE STORY
Siang-siang bolong di FX.
Panas gila-gilaan di luar nggak terasa sama sekali karena AC sejuk yang mendominasi udara di mall. Aku dan Adrianna hang-out berdua, since Rashi ada janji sama pacar du jour-nya. Sedangkan Marion... entahlah. Do you REALLY think I'll give a shit about her?!
Anyhoo, aku lagi nikmatin fro-yo di cup-ku sambil berusaha ngalihin perhatian Ad dari cowok yang berjalan pergi menjauhi meja kami. Cowok yang nyaris menghilang di antara pengunjung FX lain, tapi tetap bikin Ad terhipnosis dengan mulut ternganga lebar kayak buaya.
“Jadi yang tadi itu mantan lo?!”
Aku menatap Adrianna balik. Agak ngeli melihatnya sebegitu kagetnya. Bayangin, kalo nggak keburu nguasain diri, hampir aja fro-yo Sour Sally di ujung sendok plastiknya bermigrasi ke tanktop Michael Kors-ku.
“Memangnya kenapa?” tanyaku, sambil menawarkan tisu. Jelek banget ih ngeliat Adrianna ternganga dengan mulut cemong gitu. “Apa gue segitu predictable-nya?”
“Hmmm... agak nggak nyangka aja lo punya selera, ehem, unik.”
“Sialan lo!” kataku sambil tertawa. Tapi diam-diam aku membenarkan ucapannya. Aku sendiri yang notabene pernah pacaran sama dia aja sama nggak percayanya. Kalo mendata baik-baik semua mantanku (which is gonna take lots of time...), cowok itu jelas beda dibanding mantan-mantanku yang lain. Rasanya kayak nemu baju baju batik di lemari bajuku. But he’s a goddamn nice batik top. The unforgettable one.
....
It happened last year. Tiga bulan setelah aku putusin ikut Rashi ngelanjutin sekolah di Indonesia. VIS tuh ternyata not bad, keren banget malah. Plus, ada hari baju bebasnya segala. Jadi, aku nggak perlu berkorban perasaan dan intuisi fashion-ku banget secara seragam Voltaire itu boring berat.
Nah, one day ya, pas lagi ngejemput jahitan rok seragam ekstra (biar aku bisa ganti-ganti, satu per hari) di tukang jahit langganan (Rashi’s recommendation), aku ketemu dia. Yeah, my-later-ex-boyfriend itu. He’s cute. Zac Efron cute. Dan meskipun sederhana, kelihatan banget selera pakaiannya cukup berkelas. Nggak make celana jeans kedodoran kayak ghetto wannabe tolol di sekolah dan juga nggak make gelang-gelang kain menjijikkan. Rambutnya dipangkas rapi, tambah bersahaja di balik balutan polo shirt hijau muda dan celana jeans berpotongan pipa.
Gorgeous.
Dan dia juga kelihatannya nyadar aku liatin. Dia melemparkan senyuman, yang kubalas dengan senyuman juga. You know, my casual-but-flirty kind of smile. Plus, kibasan rambut. Semoga aja dia bisa nyium aroma samar shampo Philosophy Falling In Love yang kupakai keramas pas mandi tadi.
Dia lalu nanya, aku ada keperluan apa. Aku pun sadar ternyata dia bukan pelanggan, kayak aku. Barangkali dia anak yang punya, ato malah—iiiiih—yang kerja di sini?! Sayang banget. Masa cakep-cakep, ternyata jelata sih?
Seperti bisa membaca pikiranku, dia bilang AYAHNYA lagi nerima telepon, jadi sementara dia yang gantiin. Fiuh, lega deh.
Dan, serasa dunia bakal kiamat dua menit lagi, aku cepet-cepet ngulurin tangan dan ngenalin diri. “Hai, gue May.”
“Gue tahu.”
Pipiku refleks bersemburat malu. “How come?” Dalam hati, aku berpikir, jangan-jangan dia anak VIS juga dan diam-diam merhatiin aku dari jauh. You know, like secret admirer and shit yang suka ada di film-film itu.
“Dari bon.”
Oh.
Sambil nahan malu, aku pura-pura berdehem dan ngalihin pembicaraan. Aku nanyain soal jahitanku, apa bisa diambil sekarang ato gimana. Cowok itu mengangguk. “Udah selesai sih...,” suaranya menggantung di udara, “kayaknya.”
Aku nggak bisa nyembunyiin senyumanku. Oh my Gah! He’s much, much, much HOTTER than Zac Efron.
Aku membasahi bibir bawahku. Mendadak terserang nervous dan excited pada waktu bersamaan. Tapi, di luarnya, aku tetap bersikap kayak aku biasanya—stay cool and poise. “Ayah kamu nggak pernah ngajarin ya, orang ngajak kenalan itu harus buru-buru diladenin,” kataku sambil tersenyum. “Tangan gue sampe kering nih!”
“Ups, sori," katanya, pura-pura nggak enak hati. Sambil tersenyum dia berkata. "Nama gue—“
Sedetik kemudian, aku entah gimana mendapat firasat, nama itu bakal mengisi hari-hariku beberapa minggu ke depan. Bisa jadi, cuman dalam hitungan hari sih. Ato... jam? Who knows....
[to be continued]
-MAY-
12.8.09
What's Hawt (And What's Nawt)
GLAM BOX is gone--like, forever!
Sebagai gantinya, kita punya VOLTAIRE GIRLS! Tempat buat gosip dan curhat asyik dengan space yang lebih luas. GG seneng banget dan nggak sabar nunggu kalian-kalian mampir ke VG.
Klik aja button yang gambarnya cewek berkacamata dan... tadaaa! Langsung di-link ke window baru, window-nya VG!
See you there, Girls!
Heart ya,
GG
10.8.09
GG Heart... Clique Girlz!

Mas Michael Ng sukses bikin GG tergila-gila berat sama tween girl band yang satu ini. Pas main ke kantor GlamTeen, GG ngeliat CD Clique Girlz tergeletak di atas meja kerjanya Mas M. Awalnya iseng nanya, ini artis baru ato apa. Eh, Mas M malah superdupersemangat gitu cerita tentang Clique Girlz yang kata dia keren abis. Owh, really? Apa GG yang mulai kehilangan kontak sama dunia popularitas nih sampe nggak tau soal band ini sama sekali?
Dua jam kemudian, GG mendaulatkan diri jadi fans baru Clique Girlz. :)))
*
Clique Girlz diawali dengan tiga personil: Destinee, Paris, dan Ariel (one of my fab friends bilang, kayaknya nama yang sekarang ini dibikin deh--bukan nama dari lahir. Hello... don't you think we all hate our REAL name? Jangan bilang ini cuma GG doang lagi yang mikir begini!). Setelah melempar single How Do You Like Me So Far? dan Then I Woke Up, Clique Girlz mendadak sibuk berat. Nggak cuman muncul sebagai band pembuka di band-band keren macam Click Five, Jonas Brothers (or, should I say, Hot Jonas :)))) bahkan konsernya Billy Ray Cyrus (fyi, this is Miley Cyrus/Hannah Monata's Daddeee). Dan Clique Girlz juga pernah manggung di Tokyo Dome, Japan, saat membuka pertandingan baseball di sana.
Clique Girlz juga berkontribusi di original soundtrack Bratz The Movie dan The Clique: The Movie (sadly, cuman film straight-to-DVD doang... but whaddehell, yang penting The Private series--GG's fave--bakal dijadikan serial TV, yay!).
Sekarang, Clique Girlz digawangi Paris dan Destinee doang. Ariel memilih keluar dan baru aja ngeluarin demo. Gosip-gosipnya, dia lagi sibuk mengaudisi personil buat girl band-nya yang baru, NMD. G'Luck deh!
p.s.
Mas Michael Ng dengan tegas bilang, dia suka banget sama lagu CG yang How Do You Like Me So Far? Kalo nggak salah, inti lagunya tentang curhatan cewek yang kesel karena cowok gebetannya mendadak ilfil karena nggak suka ngeliat dia populer dan suka nge-band. Favorit line-nya:
I'm not the girl
You thought I'd be
Sometimes I'm shy
Sometimes I get crazy
Kalo GG sih dah jelas, What It's Like To Be Me.
Can you look at yourself
like you do with everyone else
Can I make one suggestion?
Just for once in your life could you listen to someone else,
I know you might get confused hearing somebody beside yourself
*Oh yeah, Haters, eat my Gucci dust. You are never-never-EVER gonna be like me!* :)))
To heart Clique Girlz more, please visit: http://cliquegirlzmedia.blogspot.com/
Heart ya,
GG